
Desain menu republik kuliner bulan april ini dibuat ala-ala koboy...
Yang baru, menu Angsio, yaitu tahu sutra ditambah jamur champignon, ditumis dengan saus tiram kental dengan rajangan bawang daun
Udang gulung shanghai juga enak, udang windu yg karakteristiknya manis dihaluskan, ditambah rempah rempah khas indonesia, lalu digulung dengan telur segar. Pas udah mateng, disiram sama saus shanghai asam manis.
Buat minuman, orange soda cream bisa dicoba, kombinasi orange juice dicampur soda yang menyegarkan, plus topping berupa es krim vanilla yang teksturnya lebut di lidah, hmmm....
Demikian sekilat inpo, daripada blog saya makin berdebu, harus mulai diaktipkan lagih
Mengawali awal tahun, saya bersama beberapa teman dekat memutuskan liburan ke Garut, kota yang dikenal eksotik baik pemandangan maupun kulinernya (gadis desa-nya eksotik juga deng hehehe..)
Rute pertama adalah Cijapati, jalan yang sudah jarang dilalui lagi oleh pengendara karena sudah ada jalur Nagreg. Disana kami berkunjung ke peternakan sapi milik perusahaan Dilamo, yang beken dengan produk sosisnya.
Dari luar sih cuman keliatan gerbang tinggi dan berkarat doang, tapi pas masuk ke dalam, LUAR BIASAA !!!
Lokasinya luas sekali, dengan ribuan sapi dari berbagai jenis diternakkan di dalamnya. Ada sapi bali, australia, perancis, amerika, dsb.
Dan yang lebih edun, sapi2 tersebut minimal beratnya setengah ton !!!
Dari peternakan, masih di sekitaran cijapati, kami benar2 terpukau dengan keindahan alam di kiri kanan jalan. Kayaknya ga banyak yang tau ya keindahan alam disini. Soalnya mobil sepi banget. Atau mungkin karena jalannya yang agak ekstrim kali ya, sempit, curam menanjak, dan berkelak-kelok.
Yah memang dibalik resiko biasanya ada hal2 yang luar biasa. Sulitnya rute, dibayar tuntas dengan pemandangan super indah. Kalo liat di film Lord of The Rings, pemandangan disini ga kalah deh sama New Zealand. Makanya kami sengaja menepikan kendaraan untuk berfoto2 dahulu.
Nama rumah makan tersebut adalah Wan Samin A, entah nama ini artinya apa, yang jelas tempat ini penuh memori bagi saya. Karena setiap tahun, di minggu pertama lebaran, keluarga besar kami selalu makan disini. Demi memenuhi nostalgia kakek nenek tercinta.
Menu yang paling mak nyus disini adalah pindang ikan mas. Rasanya manis dan gurih, dengan aroma rempah-rempah yang sangat meresap. Ditambah kikil tumis cabe hijau, porsi nasi saya menjadi berkali lipat saat menikmati dua sajian ini. Juara dunia lah pokoknya mah!
Bapak saya selalu menanamkan doktrin, bahwa ciri makanan enak adalah, dahi kita berkeringat saat selesai menyantapnya. Karena saya anak yang soleh, saya pun mengamini doktrin tersebut :)
Sore hari menjelang, dan kami pun menuju vila sodara saya yang akan menjadi rumah singgah kami. Lokasinya di daerah Cipanas, tempat berendam air hangat itu loh.
Sayangnya sebagai supir amatiran, mobil yang saya kendarai malahan nyasar. Kami salah belok, sehingga harus melalui jalan sempit di tepian sawah. Jalannya emang jelek dan sempit, tapi lagi2 karena tidak tahan dengan pemandangan yang dahsyat, kamipun menepi untuk berfoto2 dahulu.
Gimana ngga dahsyat, gunung menjulang tinggi dikombinasikan dengan pematang sawah yang hijau menghampar, sungguh mengingatkan kami akan memori saat pelajaran menggambar di bangku TK dahulu :P
Liburan kali ini memang bener2 sukses bagi kami yang penuh problematika dalam hidup (haiiyyah, lebay !)
Saya yang bergumul dengan rutinitas bisnis
Kang Agus dan Gigin yang ada gesekan dengan keluarganya
Dan Cima yang merasa jenuh tingkat tinggi, katanya
Alhamdulillah, walau liburan ini penuh canda yang membuat perut geli dan rahang capek (ini ga lebay, ini beneran) kami tetap memegang teguh prinsip Anak Gaul Cinta Rasul, dimana prinsip solat berjamaah di awal waktu kami jalani sekuat tenaga, cieeeh....
Demikian oleh-oleh dari Garut, mohon maap lahir batin karena saya ga bawa dodol, maklum dunia perekonomian sedang dialihkan buat nikah taun ini. Mohon doa restu ya :P
Oya ini pose penutup dari sekitaran Cangkuang, naik rakit bagaikan pendekar di film-film cina yang berjalan di atas air, sambil genit menggigit ujung kacamata
Dialog ini kisah nyata dari konsultan bisnis pribadi saya, yang konon bayarannya udah pake dollar perjam-nya cenah.
Namanya sengaja saya rahasiakan, tapi blognya ada disini (sama aja bo'ong hehe...)
Suatu hari beliau sedang mendampingi kliennya, pengusaha keturunan tionghoa yang memiliki beberapa pabrik besar. Kita sebut aja namanya Koko Liong
Koko Liong : Ris, lu tau kaga kenapa pengusaha tionghoa biasanya lebih sukses dari pribumi?
Kang Aries : Wah bener juga, kenapa ya Ko?
Koko Liong : Gini nih, oe punya ilustrasinya, lu mau denger kaga?
Kang Aries : Wah tentu dong Ko (ya iyalaahh, elmu geratis masa ditolak)
Koko Liong : Suatu hari, ada pengusaha pribumi dan pengusaha tionghoa, pengusaha pribumi make BMW, pengusaha tionghoa make BMX (sepedah maksudnya)
Nah, tiba2 si pengusaha tionghoa itu mendekati pengusaha pribumi yang lagih markir mobil BMWnya. Setelah menyapa ramah, tanpa diduga si pengusaha tionghoa bertanya
"Eh mau kaga BMW lu dituker sama BMX gue?"
Nah Ris, menurut lu kira2 gimana?
Kang Aries : Yah pasti si pengusaha pribumi itu nganggep si pengusaha tionghoa becanda, bahkan bisa sampe nganggep gila
Koko Liong : Bener Ris, si pengusaha pribumi langsung melotot sambil komentar
"Anda gila ya?"
Dan dengan santai si pengusaha tionghoa menjawab
"Yah namanya juga usaha"
Nah sodara2 sekalian, ada hikmah besar dari kutipan dialog diatas. Yaitu prinsip "Namanya juga usaha"
Prinsip yang kata Nabi SAW dibilang "Ikat dulu untamu" atau "Bagaikan burung yang lapar terbang di pagi hari, dan kenyang saat pulang di sore hari"
Jadi kalo kita mulai merasa hidup gini2 aja dan bararosen
pergaulan gini2 aja ga nambah2 sobat
kerja gini2 aja karir ga naek2
usaha gini2 aja serasa ga berkembang dan jalan ditempat
jomblo gini2 aja kayak ga ada yang minat jadiin kita pasangannya
kesolehan gini2 aja serasa hanya rutinitas,
solusinya gampang
"Udah usaha belum?" Karena diam dan hanya meratap tidak akan merubah apa2
Lebih baik cepat bertindak sehingga lebih cepat menyadari kesalahan, daripada diem.
Lebih baik cepat bertindak sehingga lebih cepat mendapatkan jawaban atas kebimbangan, daripada diem.
Eh tapi inget, tindakan yang tidak dibimbing sama Allah juga percuma, maka jangan lupa berdoa sebelum dan sesudah bertindak okeh


